Rabu, 28 Juni 2017 | 12.12 WIB
KiniNEWS>Travel>Indonesia Ku>Jejak Sejarah Mesjid Sultan Kualuh Di Labura

Jejak Sejarah Mesjid Sultan Kualuh Di Labura

Minggu, 18 Juni 2017 - 09:52 WIB

IMG-1164

MESJID Raya Al-Haji Muhammad Syah terlihat dari depan, Jumat (16/6) (Humas Kominfo Labura)

Labura, kini.co.id – MESJID Raya Al-Haji Muhammad Syah, yang terletak di Jl.Besar Tanjung Pasir, Dusun Kampung Tengah, Desa Tanjung Pasir Kecamatan Kualuh Selatan, Kab.Labuhanbatu Utara (Labura), merupakan mesjid bercorak Melayu yang didirikan oleh Sultan Kualuh III, Al-Haji Muhammad Syah pada tahun 1937.

Mesjid yang berukuran sekitar 20 x 20 meter ini terletak tak jauh dari sungai Kualuh, sungai yang membentang dari Kecamatan Kualuh Hulu, Kualuh Selatan, Kualuh Hilir, dan Kualuh Leidong. Kesultanan Kualuh merupakan pecahan Kesultanan Asahan yang berdiri pada abad XVI, sedangkan Kesultanan Kualuh pada abad XVIII.

“Pada tahun 1920 Sultan Al-Haji Muhammad Syah memindahkan pemerintahan Kerajaannya ke Tanjung Pasir dan mendirikan Istana. Anak gadis Sultan menikah dengan salah seorang pangeran dari kerajaan Langkat. Sebagaimana ayahandanya, Putri Sultan yang menjadi permaisuri tersebut berkeinginan membangun Mesjid di Labura. Sultan berkunjung ke kerajaan Langkat, beliau sangat kagum melihat keindahan bangunan Mesjid Azizi yang dibangun oleh Sultan Langkat pada waktu itu. Beliau menginginkan pembangunan mesjid di seperti Mesjid Azizi dan meminta agar membuatkan gambar dengan ukuran mini,” ujar Sultan Kualuh V, Tengku Zainal Abidin, beberapa waktu lalu.

Sultan yang dinobatkan oleh zurriyat (keturunan Sultan) generasi senior pada 25 Mei 2013 dengan gelar Yang Dipertuan Sultan Kualuh ini mengatakan, sejarah Mesjid Raya Al-Haji Muhammad Syah diawali berdirinya Kerajaan Kesultanan Kualuh di Labura pada abad XIX, tepatnya tahun 1829 dengan raja pertama Sultan Haji Ishaq Syah. Setelah beliau mangkat maka digantikan oleh putra tertuanya bernama Sultan Al-Haji Abdullah Syah dan memindahkan pemerintahan kerajaannya ke Kampung Mesjid Kecamatan Kualuh Hilir yang sebelumnya kampung tersebut bernama Djatuhan Dadih.

Perubahan nama kampung tersebut terjadi setelah kedatangan seorang ulama dari Rokan, Riau bernama Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan beserta para pengikutnya sekitar 150 orang. Kedatangan ulama terkenal tersebut disambut oleh Sultan dan memberikan bantuan berupa beras dan sejumlah uang untuk keperluan para santri.

Atas anjuran Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan, setelah Sultan berguru beberapa tahun maka Sultan berniat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah beserta putranya yang bernama Tengku Biong (yang kelak akan berganti nama) pada tahun 1870 selama kurang lebih 3 tahun untuk memperdalam ilmu agama.

Di sana, Sultan mendirikan tempat tinggal di sekitar Masjidil Haram tepatnya berada di Pasar Seng. Tempat tinggal tersebut diperuntukkan bagi keluarga dan masyarakat Kesultanan Kualuh yang pergi melaksanakan haji pada saat itu sehingga tidak perlu lagi mencari tempat tinggal di Mekah.

Selanjutnya setelah Sultan merasa cukup, atas permintaan rakyatnya maka Sultan kembali ke tanah air (Kualuh) dan mewakafkan tempat tinggal tersebut.

Namun sebelum Sultan berangkat ke tanah suci, bersama Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan membangun sebuah mesjid, yang kelak tempat tersebut bernama Kampung Mesjid kerena terdengar kabar ada ulama besar mengajarkan ilmu agama di kampung tersebut.

“Saat ini usia mesjid 80 tahun dan termasuk cagar budaya karena sudah berusia lebih dari 50 tahun sesuai dengan Undang-Undang Cagar Budaya No. 11 tahun 2010. Mesjid ini pernah dipugar sekitar tahun 1975 oleh ABRI masuk desa dengan membangun pagar depan mesjid.Terima kasih pada masyarakat yang sukses di perantauan yang telah menyumbang, serta Pemkab Labura yang begitu memperhatikan,” tambah Sultan Kualuh V.

Dikatakannya, pihaknya berencana mewaqafkan mesjid tersebut, tetapi harus disetujui oleh seluruh ahli waris.

Situs Bersejarah Labura

Mesjid Raya Al-Haji Muhammad Syah memiliki nilai sejarah bercorak budaya Melayu di Labura. Motif mesjid ini dinilai masih memiliki nilai original.

“Mesjid yang di Tanjung Pasir masih banyak yang asli. Sekitar 3 bulan lalu, tim untuk pengkajian budaya dari provinsi datang untuk mendata tempat-tempat bersejarah di Sumut. Sekitar 30% mesjid ini belum berubah,” kata Kabid Budaya Disdik Labura, Supianto Jumat (16/6).

Dikatakannya, jika mesjid tersebut telah diwaqafkan, maka Pemkab akan mengelola mesjid tersebut sebagai tempat bersejarah.

“Mesjid ini merupakan cagar budaya peninggalan bersejarah. Tentunya layak untuk dirawat,” tambah Sugeng, Kadiskominfo Labura.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Travel Terkini Lainnya
Libur Dua Pekan, Taman Mini Targetkan Penjunjung 350 Ribu Orang
Destinasi - Senin, 26 Juni 2017 - 13:27 WIB

Libur Dua Pekan, Taman Mini Targetkan Penjunjung 350 Ribu Orang

Pengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menargetkan sekitar 350 ribu kunjungan wisatawan selama dua pekan libur Lebaran, 25 Juni-9 Juli.Target ...
Wah Ada Puluhan Spider-MAN di Jetsar !
Mancanegara - Kamis, 22 Juni 2017 - 12:20 WIB

Wah Ada Puluhan Spider-MAN di Jetsar !

Mau terbang ditemani puluhan Spider-MAN, keren habis lho. Nah, sebagai salah satu maskapai teraman di kawasan Jetstar Asia selalu memberikan ...
Anda Tertarik, Kopasus Buka Pendaftaran Ekspedisi  NKRI
Indonesia Ku - Minggu, 21 Mei 2017 - 18:13 WIB

Anda Tertarik, Kopasus Buka Pendaftaran Ekspedisi NKRI

Komando Pasukan Khusus (Kopassus) TNI Angkatan Darat kembali membuka pendaftaran calon peserta Ekspedisi NKRI 2017 dengan tema "Peduli Masyarakat dan ...
Berani Taklukan Arus Liar Sungai Citarik ?
Jelajah - Minggu, 21 Mei 2017 - 03:16 WIB

Berani Taklukan Arus Liar Sungai Citarik ?

Bagi yang menyukai liburan menantang bersama keluarga, atau teman-teman tak salah mencoba menaklukan derasnya arus di Sungai Citarik, Sukabumi, Jawa ...
Yovi Pilih Resign Kantoran, Fokus Geluti Bisnis ‘JELAJAH SUMUT’
Jelajah - Minggu, 7 Mei 2017 - 11:39 WIB

Yovi Pilih Resign Kantoran, Fokus Geluti Bisnis ‘JELAJAH SUMUT’

Memiliki hobi traveling yang digeluti Yovi Richard Fauzy ternyata jadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Alumnus Fakultas Hukum, ini mulai ...
5 Tips Agar Liburan Lebih Hemat
Jelajah - Sabtu, 1 April 2017 - 15:45 WIB

5 Tips Agar Liburan Lebih Hemat

Ketika ingin berlibur, terutama bersama keluarga, pasti ada saja yang Anda pikirkan. Yang paling utama adalah biaya yang harus dikeluarkan.Walaupun ...