Selasa, 12 Desember 2017 | 19.18 WIB
KiniNEWS>Travel>Indonesia Ku>Jejak Sejarah Mesjid Sultan Kualuh Di Labura

Jejak Sejarah Mesjid Sultan Kualuh Di Labura

Minggu, 18 Juni 2017 - 09:52 WIB

IMG-1164

MESJID Raya Al-Haji Muhammad Syah terlihat dari depan, Jumat (16/6) (Humas Kominfo Labura)

Labura, kini.co.id – MESJID Raya Al-Haji Muhammad Syah, yang terletak di Jl.Besar Tanjung Pasir, Dusun Kampung Tengah, Desa Tanjung Pasir Kecamatan Kualuh Selatan, Kab.Labuhanbatu Utara (Labura), merupakan mesjid bercorak Melayu yang didirikan oleh Sultan Kualuh III, Al-Haji Muhammad Syah pada tahun 1937.

Mesjid yang berukuran sekitar 20 x 20 meter ini terletak tak jauh dari sungai Kualuh, sungai yang membentang dari Kecamatan Kualuh Hulu, Kualuh Selatan, Kualuh Hilir, dan Kualuh Leidong. Kesultanan Kualuh merupakan pecahan Kesultanan Asahan yang berdiri pada abad XVI, sedangkan Kesultanan Kualuh pada abad XVIII.

“Pada tahun 1920 Sultan Al-Haji Muhammad Syah memindahkan pemerintahan Kerajaannya ke Tanjung Pasir dan mendirikan Istana. Anak gadis Sultan menikah dengan salah seorang pangeran dari kerajaan Langkat. Sebagaimana ayahandanya, Putri Sultan yang menjadi permaisuri tersebut berkeinginan membangun Mesjid di Labura. Sultan berkunjung ke kerajaan Langkat, beliau sangat kagum melihat keindahan bangunan Mesjid Azizi yang dibangun oleh Sultan Langkat pada waktu itu. Beliau menginginkan pembangunan mesjid di seperti Mesjid Azizi dan meminta agar membuatkan gambar dengan ukuran mini,” ujar Sultan Kualuh V, Tengku Zainal Abidin, beberapa waktu lalu.

Sultan yang dinobatkan oleh zurriyat (keturunan Sultan) generasi senior pada 25 Mei 2013 dengan gelar Yang Dipertuan Sultan Kualuh ini mengatakan, sejarah Mesjid Raya Al-Haji Muhammad Syah diawali berdirinya Kerajaan Kesultanan Kualuh di Labura pada abad XIX, tepatnya tahun 1829 dengan raja pertama Sultan Haji Ishaq Syah. Setelah beliau mangkat maka digantikan oleh putra tertuanya bernama Sultan Al-Haji Abdullah Syah dan memindahkan pemerintahan kerajaannya ke Kampung Mesjid Kecamatan Kualuh Hilir yang sebelumnya kampung tersebut bernama Djatuhan Dadih.

Perubahan nama kampung tersebut terjadi setelah kedatangan seorang ulama dari Rokan, Riau bernama Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan beserta para pengikutnya sekitar 150 orang. Kedatangan ulama terkenal tersebut disambut oleh Sultan dan memberikan bantuan berupa beras dan sejumlah uang untuk keperluan para santri.

Atas anjuran Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan, setelah Sultan berguru beberapa tahun maka Sultan berniat menunaikan ibadah haji ke Tanah Suci Mekah beserta putranya yang bernama Tengku Biong (yang kelak akan berganti nama) pada tahun 1870 selama kurang lebih 3 tahun untuk memperdalam ilmu agama.

Di sana, Sultan mendirikan tempat tinggal di sekitar Masjidil Haram tepatnya berada di Pasar Seng. Tempat tinggal tersebut diperuntukkan bagi keluarga dan masyarakat Kesultanan Kualuh yang pergi melaksanakan haji pada saat itu sehingga tidak perlu lagi mencari tempat tinggal di Mekah.

Selanjutnya setelah Sultan merasa cukup, atas permintaan rakyatnya maka Sultan kembali ke tanah air (Kualuh) dan mewakafkan tempat tinggal tersebut.

Namun sebelum Sultan berangkat ke tanah suci, bersama Tuan Syekh Abdul Wahab Rokan membangun sebuah mesjid, yang kelak tempat tersebut bernama Kampung Mesjid kerena terdengar kabar ada ulama besar mengajarkan ilmu agama di kampung tersebut.

“Saat ini usia mesjid 80 tahun dan termasuk cagar budaya karena sudah berusia lebih dari 50 tahun sesuai dengan Undang-Undang Cagar Budaya No. 11 tahun 2010. Mesjid ini pernah dipugar sekitar tahun 1975 oleh ABRI masuk desa dengan membangun pagar depan mesjid.Terima kasih pada masyarakat yang sukses di perantauan yang telah menyumbang, serta Pemkab Labura yang begitu memperhatikan,” tambah Sultan Kualuh V.

Dikatakannya, pihaknya berencana mewaqafkan mesjid tersebut, tetapi harus disetujui oleh seluruh ahli waris.

Situs Bersejarah Labura

Mesjid Raya Al-Haji Muhammad Syah memiliki nilai sejarah bercorak budaya Melayu di Labura. Motif mesjid ini dinilai masih memiliki nilai original.

“Mesjid yang di Tanjung Pasir masih banyak yang asli. Sekitar 3 bulan lalu, tim untuk pengkajian budaya dari provinsi datang untuk mendata tempat-tempat bersejarah di Sumut. Sekitar 30% mesjid ini belum berubah,” kata Kabid Budaya Disdik Labura, Supianto Jumat (16/6).

Dikatakannya, jika mesjid tersebut telah diwaqafkan, maka Pemkab akan mengelola mesjid tersebut sebagai tempat bersejarah.

“Mesjid ini merupakan cagar budaya peninggalan bersejarah. Tentunya layak untuk dirawat,” tambah Sugeng, Kadiskominfo Labura.

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Travel Terkini Lainnya
Apresiasi kepada media, Kemenpar berikan penghargaan APWI 2017
Indonesia Ku - Selasa, 12 Desember 2017 - 01:23 WIB

Apresiasi kepada media, Kemenpar berikan penghargaan APWI 2017

Kementerian Pariwisata memberikan penghargaan kepada insan media yang telah bekerja sama menyebarkan informasi pariwisata dalam acara Anugerah Pewarta Wisata Indonesia ...
Bali rumah kedua wisman Australia
Destinasi - Senin, 11 Desember 2017 - 10:20 WIB

Bali rumah kedua wisman Australia

Pulau Dewata, Bali masih menjadi tujuan favorit wisatawan mancanegara (wisman) asal Australia bahkan banyak di antara mereka yang sudah menganggap ...
Festival durian Sinapeul diharapkan jadi magnet wisatawan
Destinasi - Sabtu, 9 Desember 2017 - 15:37 WIB

Festival durian Sinapeul diharapkan jadi magnet wisatawan

Festival durian Sindangwangi 2017 yang digelar di Pasar Ikan Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat, Sabtu ...
Makanan Indonesia Yang Dianggap Orang Bule Ekstrem
Kuliner - Jumat, 8 Desember 2017 - 14:58 WIB

Makanan Indonesia Yang Dianggap Orang Bule Ekstrem

Indonesia adalah negara yang kaya akan budaya dan kuliner. Itu udah bukan rahasia lagi bagi penduduk dunia.Nah, di antara berbagai ...
Akhir pekan ini, wayang ajen kembali meriahkan Kabupaten Kuningan
Destinasi - Rabu, 6 Desember 2017 - 14:59 WIB

Akhir pekan ini, wayang ajen kembali meriahkan Kabupaten Kuningan

Setelah sukses menggelar Tour de Linggarjati 2017, Kabupaten Kuningan akan menggelar Wayang Ajen pada akhir pekan, Sabtu (9/12) ini. ...
Wapres JK yakin kunjungan wisatawan domestik dan wisman dongkrok ekonomi
Destinasi - Minggu, 3 Desember 2017 - 08:26 WIB

Wapres JK yakin kunjungan wisatawan domestik dan wisman dongkrok ekonomi

Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengungkapkan, kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara saat ini dinilai mampu menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menurutnya ...