Rabu, 24 Januari 2018 | 10.12 WIB
KiniNEWS>Travel>Indonesia Ku>Oktober Mendatang Danau Toba Ditargetkan Terdaftar di UNESCO

Oktober Mendatang Danau Toba Ditargetkan Terdaftar di UNESCO

Reporter : Rahmat Kurniawan | Jumat, 14 Juli 2017 - 03:49 WIB

IMG-1196

Wakil Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah Marpaung (kiri) dan Bupati Karo Tarklein Brahmana serta Bupati sekawanan Danau Toba rapat membahas lima rekomondasi UNESCO untuk usulan kembali Geopark Kaldera Toba yang ditargetkan Oktober 2017. KiniNews/Nur Fatimah.

MEDAN, kini.co.id – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara manergetkan pada Oktober mendatang Danau Toba sudah didaftarkan kembali ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO).

Untuk itu semua daerah sekawasan Danau Toba diminta untuk menindaklanjuti lima rekomendasi dari UNESCO serta membenahi geosite-geosite di daerah masing-masing.

“Saya harap lima rekomondasi tersebut ditindaklanjuti karena tinggal perbaikan-perbaikan, maka benahi dengan serius, kendala yang ada agar dikoordinasikan dengan Pemprov,”kata Wakil Gubernur Sumatera Utara Nurhajizah saat memimpin Rapat Bersama Tindak Lanjut 5 Rekomendasi UNESCO Geopark Kaldera Toba dan Rapat Dewan Manajemen BKPEKDT, di Inna Parapat Kabupaten Simalungun, Kamis (13/7).

Nurhajizah menegaskan, selain masalah pembenahan fisik seperti geosite-geosite yang ada di daerah sekitar Danau Toba, agar perlu dilakukan pembenahan Sumber Daya Manusia (SDM) yakni dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat apa itu Geopark Kaldera Toba.

“Kualitas dan pemahaman SDM terhadap geopark Kaldera Toba harus benahi ” katanya.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sumatera Utara, Hidayati menyatakan bahwa 5 rekomendasi dari UNESCO menjadi catatan penting yang harus dilaksanakan agar Danau Toba masuk menjadi anggota organisasi di bawah PBB tersebut.

Oleh karena itu, perlu dilakukan percepatan tindaklanjut dari kabupaten sekawasan Danau Toba terhadap 5 rekomendasi tersebut.

“Pada Oktober mendatang, Danau Toba akan kembali didaftarkan lagi menjadi anggota UNESCO. Karena sebelumnya sudah, tapi belum memenuhi syarat sebagaimana direkomendasikan (UNESCO),” tutur Hidayati.

Adapun lima rekomendasi yang dimaksud, kata Hidayati, secara garis besar adalah aktivitas edukasi terpadu pada masing-masing area, yang akan dijadikan andalan sebagai tempat pelaksanaan rekomendasi tersebut. Kemudian panel edukasi yang menguatkan agar segala kegiatan saling berkaitan dan mendukung.

“Selanjutnya bagaimana melaksanakan strategi, membuat inovasi promosi. Setelahnya dilakukan aktivitas Geopark,” tegasnya.

Soal aktivitas Geopark, Hidayati menyebutkan diperlukannya pembenahan sarana dan prasarana di lokasi yang telah ditunjuk.

“Tentu dengan skala prioritas berdasarkan berbagai pertimbangan, sesuai rekomendasi untuk menjadikan Danau Toba layak sebagai warisan dunia yang diakui UNESCO,” katanya.

Pada 2015 lalu, Geopark Kaldera Toba telah diusulkan kepada UNESCO namun karena belum memenuhi persyaratan, pihak UNESCO akhirnya memberikan 5 rekomendasi untuk ditindaklanjuti pihak Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Travel Terkini Lainnya
Pengunjung Taman Komodo Dibatasi, Kenapa?
Indonesia Ku - Sabtu, 20 Januari 2018 - 09:50 WIB

Pengunjung Taman Komodo Dibatasi, Kenapa?

Taman Nasional Komodo (TNK) merupakan salahsatu objek wisata anadalan Indonesia yang menarik kunjungan wisatawan mancanegara.Kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun ...
Lima tips atasi kantong  bolong saat musim liburan
Destinasi - Selasa, 26 Desember 2017 - 12:43 WIB

Lima tips atasi kantong bolong saat musim liburan

Musim liburan akhir tahun sudah di depan mata. Ada baiknya Anda melakukan segala persiapan agar liburan Anda berjalan dengan lancar. ...
Dongkrak sektor pariwisata, Pemkab Majalengka terus berbenah
Destinasi - Selasa, 19 Desember 2017 - 11:01 WIB

Dongkrak sektor pariwisata, Pemkab Majalengka terus berbenah

Dengan kondisi geografis yang sebagian besar pegunungan, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat diyakini mampu meningkatkan sektor kepariwisataan yang akan mendatangkan wisatawan ...
Peluang industri pariwisata di 2018 masih cukup bagus
Destinasi - Selasa, 12 Desember 2017 - 20:23 WIB

Peluang industri pariwisata di 2018 masih cukup bagus

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani mengatakan sejumlah tantangan dan peluang industri pariwisata menjelang tahun 2018 berkembang ...
Targetkan kunjungan wisman, Kemenpar luncurkan program ViWi 2018
Destinasi - Selasa, 12 Desember 2017 - 20:06 WIB

Targetkan kunjungan wisman, Kemenpar luncurkan program ViWi 2018

Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2018 sebanyak 17 juta. Untuk memenuhi target tersebut Kemenpar bersama ...
Apresiasi kepada media, Kemenpar berikan penghargaan APWI 2017
Indonesia Ku - Selasa, 12 Desember 2017 - 01:23 WIB

Apresiasi kepada media, Kemenpar berikan penghargaan APWI 2017

Kementerian Pariwisata memberikan penghargaan kepada insan media yang telah bekerja sama menyebarkan informasi pariwisata dalam acara Anugerah Pewarta Wisata Indonesia ...