Selasa, 20 Februari 2018 | 22.19 WIB
KiniNEWS>Travel>Indonesia Ku>Dondang, Tradisi Pernikahan Khas Betawi Makin Tersisih

Dondang, Tradisi Pernikahan Khas Betawi Makin Tersisih

Reporter : Rahmat Kurniawan | Minggu, 30 Juli 2017 - 21:40 WIB

IMG-1211

Tradisi pernikahan khas betawi disebut Dondang yang mulai terkikis. KiniNews/Ardianysah.

BEKASI, kini.co.id – Sejumlah budaya Betawi mulai tergerus kemajuan zaman, sebut saja tradisi palang pintu, adu beduk, ujungan, shobibul hikayat, termasuk dondang.

Kata dondang mungkin asing bagi masyarakat perkotaan di Bekasi, tetapi tradisi ini tetap eksis dan masih tetap diperlombakan tiap tahun di Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi.

Festival Adu Beduk dan Dondang terakhir digelar pada Sabtu (29/7) di Lapangan Mutiara Gading Timur. 12 kecamatan di Kota Bekasi berpartisipasi.

Dondang sebenarnya adalah salah satu dari bagian dari tradisi seserahan pernikahan Betawi. Dondang merupakan tempat meletakkan aneka ragam makanan yang tersusun rapi. Modelnya beragam, mulai berbentuk rumah arsitektur Betawi atau bentuk lain.

Empat orang diperlukan untuk memikul dondang, dua orang di depan dan selebihnya di belakang. Musik Betawi mengiringi rombongan, ketika dondang dipikul menuju rumah mempelai wanita.

Makna filosofis Dondang

Pegiat budaya Bekasi Komarudin Ibnu Mikam menjelaskan, makna filosofis dondang atau seserah ialah, anak Bekasi yang ingin meminang setiap wanita harus siap menempuh kehidupan, melawan segala rintangan dan menghalau segala masalah.

“Maknanya siap menempuh hidup baru. Segala hal ikhwal wanita berada di tangan lelaki, jadi si pria harus siap dan harus berani. Menggembleng jiwa, raga, fisik dan batin.

Asal-usul

Dondang diketahui adalah singkatan dari ngendon dandang. Ngendond bermakna menumpang dan dandang adalah tepat menanak nasi, sehingga dondang bermaknya tempat menaruh makanan.

Menurut Komarudin, ada 2 versi tentang dondang. Pertama, berasal dari dandang. Alat masak untuk menanak nasi, jenius lokal Bekasi di bidang kuliner.

“Dandang itu temuan teknologi lokal, perabotan dapur di kita. Teknik memasaknya, dandang menggunakan kukusan, alat dari bambu untuk menyaring. Setelah nasi direbus, diletakkan di dandang, lalu di kukusan kemudian ditutup.

“Memasak seperti ini malah lebih aman dari penyakit diabetes dan racun menurut penelitian karena disaring oleh kukusan. Betapa spesialnya tata kuliner di Bekasi atau Betawi. Makna yang luhur,” ucap pria asli Babelan tersebut.

Sementara itu, versi kedua, dondang dalam artian ‘bawaan’ dalam bentuk meja yang terdapat banyak makanan. Ada 7 rupa makanan, seperti putu mayang, wajik, dan lainnya. Kemudian meja tersebut digotong. B

“Dalam arti kesempurnaan perkawinan dalam bidang pangan. Orang Betawi mengawinkan anaknya dalam rangka kesejahteraan untuk menimbulkan kekhusuan ibadah,” jelasnya.

Tradisi dandang juga eksis dalam budaya pernikahan Betawi. Dandang juga diisi makanan dan juga cincin. Dandang diikat dibelakang petarung yang nantinya akan menghadapi tuan rumah sebelum diperbolehkan masuk ke wilayah kediaman mempelai wanita.

“Itu juga mencerminkan sisi religitas, satu ada berbabalas pantun dan penganten pria setelah itu disuruh membaca Alquran,” imbuh Komar.

Hampir Punah

Di Kota Bekasi dondang masih cukup dikenal lantaran terdapat festival tahunan antar 12 kecamatan. Komar menyebutkan dondang sudah hampir punah karena kebanyakan masyarakat memilih yang praktis.

Masyarakat Betawi di Desa Pantaimakmur, Desa Tarumajaya, Nasrudin, mengaku tidak mengetahui dondang melainkan dandang. Ketika diberitahu soal replika rumah yang berisi makanan untuk seserahan secara spontan ia menyebutnya dengan tenong.

“Itu mah tenong. Isinya makanan. Buat pernikahan, seserahan. Di Tarumajaya udah enggak ada itu,” jelasnya.

Begitu juga warga Betawi asal Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Mursin. Ketika ditanya soal dondang ia menjawab? “Dandang kali?” []

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Travel Terkini Lainnya
Angkat kearifan lokal, ‘Horas Samosir Fiesta 2018′ siap digelar
Destinasi - Jumat, 16 Februari 2018 - 20:44 WIB

Angkat kearifan lokal, ‘Horas Samosir Fiesta 2018′ siap digelar

Calendar of Event Horas Samosir Fiesta 2018 resmi diluncurkan, di Balairung Soesilo Soedarman, Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis (15/2) malam. ...
BOP Borobudur didorong kembangkan pariwisata nomaden untuk pertemuan IMF
Destinasi - Sabtu, 10 Februari 2018 - 05:30 WIB

BOP Borobudur didorong kembangkan pariwisata nomaden untuk pertemuan IMF

Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borobudur segera mengembangkan konsep pariwisata nomaden "nomadic tourism" sebagai percepatan dalam ...
Kempar pacu maskapai tingkatkan kunjungan wisman
Destinasi - Selasa, 6 Februari 2018 - 23:05 WIB

Kempar pacu maskapai tingkatkan kunjungan wisman

Kementrian Pariwisata (Kempar) memacu industri pariwisata salah satunya dengan menggenjot jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia dengan pesawat. Menteri Pariwisata, ...
Jogja Air Show akan meriahkan langit Parangtritis dan Depok
Destinasi - Kamis, 25 Januari 2018 - 14:34 WIB

Jogja Air Show akan meriahkan langit Parangtritis dan Depok

Bagi anda yang mau liburan dan belum tau mau kemana pada Februari nanti, yuk berkunjung ke Jogja Air Show (JAS) ...
Pengunjung Taman Komodo Dibatasi, Kenapa?
Indonesia Ku - Sabtu, 20 Januari 2018 - 09:50 WIB

Pengunjung Taman Komodo Dibatasi, Kenapa?

Taman Nasional Komodo (TNK) merupakan salahsatu objek wisata anadalan Indonesia yang menarik kunjungan wisatawan mancanegara.Kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun ...
Lima tips atasi kantong  bolong saat musim liburan
Destinasi - Selasa, 26 Desember 2017 - 12:43 WIB

Lima tips atasi kantong bolong saat musim liburan

Musim liburan akhir tahun sudah di depan mata. Ada baiknya Anda melakukan segala persiapan agar liburan Anda berjalan dengan lancar. ...