Sabtu, 19 Januari 2019 | 13.14 WIB
KiniNEWS>Travel>Indonesia Ku>Makna Mobil Basajan Tunggangan Jokowi Berkepala Burung Garuda

Makna Mobil Basajan Tunggangan Jokowi Berkepala Burung Garuda

Reporter : Rahmat Kurniawan | Sabtu, 26 Augu 2017 - 19:00 WIB

IMG-1241

Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Iriana Jokowi, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Walikota Bandung Ridwan Kamil serta Kepala Staff Presiden Teten Masduki duduk diatas mobil Basajan berkepala Burung Garuda pada Karnaval Kemerdekaan Pesona Pharayangan 2017 di Bandung, Sabtu (26/8). KiniNews/Djanuar.

BANDUNG, kini.co.id – Budayawan Bandung, Tisna Sanjaya dan Aat Suratin beserta lainnya dipercaya merancang mobil tunggangan Presiden Jokowi pada Karnaval Kemerdekaan Pesona Pharayangan 2017, Sabtu (26/8) di Bandung.

Pada pembukaan karnaval tersebut Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Iriana Jokowi, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Walikota Bandung Ridwan Kamil serta Kepala Staff Presiden Teten Masduki duduk diatas kereta memimpin karnaval, selanjutnya giliran Jokowi yang menyaksikan karnaval.

Tisna Sanjaya yang menggagas sebuah kendaraan hias menyatakan bahwa kendaraan tersebut merupakan simbol kerja keras pemimpin untuk membawa kesejahteraan rakyatnya.

Menurut dia , konsep yang diusung adalah mobil basajan, artinya sederhana, tetapi lahir dari kerja keras. Sebuah truk dihias dengan kepala burung Garuda yang tegak gagah berani.

Kemudian di bagian belakangnya disusun seeng (dandang), alat memasak tradisional Sunda, yang dipakai untuk membentuk tumpeng raksasa.

“Ada sekitar 99 seeng buatan pengrajin Tasikmalaya yang dipakai untuk membentuk tumpeng. Di dalam seeng itu akan diisi air yang diambil dari 99 mata air di Jabar,” ujar Tisna kepada wartawan di Bandung.

Berikutnya makna air dalam seeng itu adalah simbol spiritualitas yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa Barat. Sebagai sumber kehidupan, air dapat kita pakai berwudhu, bersuci, minum, dan sebagainya.

Hal itu menggambarkan kesejahteraan, di dalam tumpeng seeng itu dimasukkan aseupan, yakni wadah untuk mengukus nasi atau makanan lain yang berbentuk kerucut dan terbuat dari bambu yang dianyam.

Di dalam aseupan itu akan dimasukkan hasil bumi seperti dimasukan hasil bumi seperti gabah, ubi, singkong, talas, dan sebagainya. Dan, di depan kendaraan itu aka nada puisi tentang semangat dan optimisme.

Menurut Tisna, mengacu pada tema karnaval yakni, ‘menyalakan api, kerja bersama”, maka mobil hias yang ditunggangi Jokowi melambangkan semangat bekerja bareng-bareng, dan memanen hasil kerja itu secara berasama-sama.

“Kesuburan, kemakmuran, nilai-nilai spiritual itu terlihat melalui kendaraan yang ditumpangi Jokowi. Saya berharap karya ini menjadi instalasi yang indah dan diharapkan dibawa ke istana, lalu ‘diparkir’ di halaman istana untuk menjadi simbol helaran karnaval budaya dari kota Bandung,” ucap Tisna.

Pada karnaval tersebut, sebanyak 2.500 peserta menggunakan akaian daerah yang berasal dari 34 provinsi dan komunitas. Dari pakaian adat yang mereka kenakan akan tampak keberagaman, kaya karna, kaya motif dan kaya inspirasi.

“Kita khan memang berasal dari berbagai macam etnis, budaya yang bisa tercermin dari pakaian. Keberagaman itulah yang dapat dipersatukan oleh Pancasila,” demikian Tisna Sanjaya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Travel Terkini Lainnya
Mancanegara - Selasa, 15 Januari 2019 - 23:10 WIB

Ada kota di Cina yang tak boleh sembarangan dikunjungi

KOTA Taian di Provinsi Shandong jadi tempat penting bagi masyarakat China. Di zaman dulu, tak sembarang orang bisa datang!Tai Mountain ...
Jelajah - Kamis, 10 Januari 2019 - 22:27 WIB

Garuda Indonesia tampilkan musik akustik di pesawat

MASKAPAI nasional Garuda Indonesia kembali menghadirkan terobosan baru dalam memberikan pengalaman penerbangan yang berbeda kepada pengguna jasa melalui hadirnya hiburan ...
Indonesia Ku - Kamis, 10 Januari 2019 - 22:17 WIB

Indonesia negara paling aman ke-9 di dunia

INDONESIA ditetapkan sebagai salah satu negara paling aman di dunia atau berada di urutan kesembilan menurut laporan Gallup’s Law and ...
Jelajah - Rabu, 2 Januari 2019 - 23:40 WIB

Satpol PP Batam harus bertanggungjawab atas praktik pungli di Jembatan Barelang

KOMUNITAS pecinta wisata Barelang mengeluh pungutan liar (Pungli) di Jembatan Balerang yang kian lama kian meresahkan pengunjung. Mereka meminta Satuan ...
Jelajah - Jumat, 21 Desember 2018 - 14:47 WIB

Libur Natal dan Tahun Baru, Ini 3 Tempat Wisata di Bogor yang Recomended

Libur Natal dan Tahun Baru segera tiba. Libur panjang ini, bisa menjadi momen seru untuk dihabiskan bersama keluarga dan teman-teman ...
Jelajah - Jumat, 21 Desember 2018 - 13:25 WIB

Tabungan Tipis, Ini Tips Anti Kere Setelah Liburan

Momen Natal dan Tahun Baru mungkinadalah waktu yang tepat bagi Anda untuk melepas rindu dengan keluarga dan kampung halaman. Terlebih, ...