Senin, 20 November 2017 | 16.09 WIB
KiniNEWS>Travel>Indonesia Ku>Makna Mobil Basajan Tunggangan Jokowi Berkepala Burung Garuda

Makna Mobil Basajan Tunggangan Jokowi Berkepala Burung Garuda

Reporter : Rahmat Kurniawan | Sabtu, 26 Agustus 2017 - 19:00 WIB

IMG-1241

Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Iriana Jokowi, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Walikota Bandung Ridwan Kamil serta Kepala Staff Presiden Teten Masduki duduk diatas mobil Basajan berkepala Burung Garuda pada Karnaval Kemerdekaan Pesona Pharayangan 2017 di Bandung, Sabtu (26/8). KiniNews/Djanuar.

BANDUNG, kini.co.id – Budayawan Bandung, Tisna Sanjaya dan Aat Suratin beserta lainnya dipercaya merancang mobil tunggangan Presiden Jokowi pada Karnaval Kemerdekaan Pesona Pharayangan 2017, Sabtu (26/8) di Bandung.

Pada pembukaan karnaval tersebut Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Iriana Jokowi, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Walikota Bandung Ridwan Kamil serta Kepala Staff Presiden Teten Masduki duduk diatas kereta memimpin karnaval, selanjutnya giliran Jokowi yang menyaksikan karnaval.

Tisna Sanjaya yang menggagas sebuah kendaraan hias menyatakan bahwa kendaraan tersebut merupakan simbol kerja keras pemimpin untuk membawa kesejahteraan rakyatnya.

Menurut dia , konsep yang diusung adalah mobil basajan, artinya sederhana, tetapi lahir dari kerja keras. Sebuah truk dihias dengan kepala burung Garuda yang tegak gagah berani.

Kemudian di bagian belakangnya disusun seeng (dandang), alat memasak tradisional Sunda, yang dipakai untuk membentuk tumpeng raksasa.

“Ada sekitar 99 seeng buatan pengrajin Tasikmalaya yang dipakai untuk membentuk tumpeng. Di dalam seeng itu akan diisi air yang diambil dari 99 mata air di Jabar,” ujar Tisna kepada wartawan di Bandung.

Berikutnya makna air dalam seeng itu adalah simbol spiritualitas yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa Barat. Sebagai sumber kehidupan, air dapat kita pakai berwudhu, bersuci, minum, dan sebagainya.

Hal itu menggambarkan kesejahteraan, di dalam tumpeng seeng itu dimasukkan aseupan, yakni wadah untuk mengukus nasi atau makanan lain yang berbentuk kerucut dan terbuat dari bambu yang dianyam.

Di dalam aseupan itu akan dimasukkan hasil bumi seperti dimasukan hasil bumi seperti gabah, ubi, singkong, talas, dan sebagainya. Dan, di depan kendaraan itu aka nada puisi tentang semangat dan optimisme.

Menurut Tisna, mengacu pada tema karnaval yakni, ‘menyalakan api, kerja bersama”, maka mobil hias yang ditunggangi Jokowi melambangkan semangat bekerja bareng-bareng, dan memanen hasil kerja itu secara berasama-sama.

“Kesuburan, kemakmuran, nilai-nilai spiritual itu terlihat melalui kendaraan yang ditumpangi Jokowi. Saya berharap karya ini menjadi instalasi yang indah dan diharapkan dibawa ke istana, lalu ‘diparkir’ di halaman istana untuk menjadi simbol helaran karnaval budaya dari kota Bandung,” ucap Tisna.

Pada karnaval tersebut, sebanyak 2.500 peserta menggunakan akaian daerah yang berasal dari 34 provinsi dan komunitas. Dari pakaian adat yang mereka kenakan akan tampak keberagaman, kaya karna, kaya motif dan kaya inspirasi.

“Kita khan memang berasal dari berbagai macam etnis, budaya yang bisa tercermin dari pakaian. Keberagaman itulah yang dapat dipersatukan oleh Pancasila,” demikian Tisna Sanjaya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Travel Terkini Lainnya
Industri pariwisata diharapkan ikut perkembangan era digital
Destinasi - Selasa, 14 November 2017 - 11:08 WIB

Industri pariwisata diharapkan ikut perkembangan era digital

Menteri Pariwisat Arief Yahya meminta biro perjalanan manual untuk bisa melakukan transformasi digital menyusul perkembangan era digital.Hal itu disampaikan Arief ...
Penggila durian, cobain yuk ! Hanya Rp50 ribu di Festival Duren Sindangwangi 2017
Kuliner - Kamis, 2 November 2017 - 14:33 WIB

Penggila durian, cobain yuk ! Hanya Rp50 ribu di Festival Duren Sindangwangi 2017

Bagi anda yang doyan durian, jangan lewatkan ya acara ‘Festival Duren Sindangwangi 2017’ yang bakal hadir di Kota Angin Majalengka, ...
Menpar : Indonesia masuki era gelombang ekonomi ke-4
Destinasi - Minggu, 22 Oktober 2017 - 22:34 WIB

Menpar : Indonesia masuki era gelombang ekonomi ke-4

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengingatkan kepada generasi muda, bahwa sudah terlalu lama Indonesia terbuai dan kurang sigap mengantisipasi berbagai “Gelombang” ...
Gang buntu Kawi Raya disulap jadi pusat kuliner
Kuliner - Sabtu, 7 Oktober 2017 - 19:17 WIB

Gang buntu Kawi Raya disulap jadi pusat kuliner

Bagi anda yang bekerja di sekitar Kuningan Madya atau penguni apartemen Rasuna Sahid, Jakarta Selatan tak perlu lagi jauh mencari ...
Agustus 2017 kunjungan wisman naik 1,79 persen
Destinasi - Senin, 2 Oktober 2017 - 23:06 WIB

Agustus 2017 kunjungan wisman naik 1,79 persen

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pada Agustus 2017 jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) mengalami kenaikan sebesar 1,79 persen dari sebelumnya ...
100 acara pariwisata unggulan di tahun 2018
Indonesia Ku - Minggu, 1 Oktober 2017 - 19:53 WIB

100 acara pariwisata unggulan di tahun 2018

Kementerian Pariwisata akan memilih 100 Wonders Events yang tersebar di seluruh Indonesia mewakili keunikan budaya dan diselenggarakan sepanjang tahun. Perhelatan ...