Rabu, 24 Januari 2018 | 10.04 WIB
KiniNEWS>Travel>Indonesia Ku>Makna Mobil Basajan Tunggangan Jokowi Berkepala Burung Garuda

Makna Mobil Basajan Tunggangan Jokowi Berkepala Burung Garuda

Reporter : Rahmat Kurniawan | Sabtu, 26 Agustus 2017 - 19:00 WIB

IMG-1241

Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Iriana Jokowi, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Walikota Bandung Ridwan Kamil serta Kepala Staff Presiden Teten Masduki duduk diatas mobil Basajan berkepala Burung Garuda pada Karnaval Kemerdekaan Pesona Pharayangan 2017 di Bandung, Sabtu (26/8). KiniNews/Djanuar.

BANDUNG, kini.co.id – Budayawan Bandung, Tisna Sanjaya dan Aat Suratin beserta lainnya dipercaya merancang mobil tunggangan Presiden Jokowi pada Karnaval Kemerdekaan Pesona Pharayangan 2017, Sabtu (26/8) di Bandung.

Pada pembukaan karnaval tersebut Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Iriana Jokowi, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, Walikota Bandung Ridwan Kamil serta Kepala Staff Presiden Teten Masduki duduk diatas kereta memimpin karnaval, selanjutnya giliran Jokowi yang menyaksikan karnaval.

Tisna Sanjaya yang menggagas sebuah kendaraan hias menyatakan bahwa kendaraan tersebut merupakan simbol kerja keras pemimpin untuk membawa kesejahteraan rakyatnya.

Menurut dia , konsep yang diusung adalah mobil basajan, artinya sederhana, tetapi lahir dari kerja keras. Sebuah truk dihias dengan kepala burung Garuda yang tegak gagah berani.

Kemudian di bagian belakangnya disusun seeng (dandang), alat memasak tradisional Sunda, yang dipakai untuk membentuk tumpeng raksasa.

“Ada sekitar 99 seeng buatan pengrajin Tasikmalaya yang dipakai untuk membentuk tumpeng. Di dalam seeng itu akan diisi air yang diambil dari 99 mata air di Jabar,” ujar Tisna kepada wartawan di Bandung.

Berikutnya makna air dalam seeng itu adalah simbol spiritualitas yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa Barat. Sebagai sumber kehidupan, air dapat kita pakai berwudhu, bersuci, minum, dan sebagainya.

Hal itu menggambarkan kesejahteraan, di dalam tumpeng seeng itu dimasukkan aseupan, yakni wadah untuk mengukus nasi atau makanan lain yang berbentuk kerucut dan terbuat dari bambu yang dianyam.

Di dalam aseupan itu akan dimasukkan hasil bumi seperti dimasukan hasil bumi seperti gabah, ubi, singkong, talas, dan sebagainya. Dan, di depan kendaraan itu aka nada puisi tentang semangat dan optimisme.

Menurut Tisna, mengacu pada tema karnaval yakni, ‘menyalakan api, kerja bersama”, maka mobil hias yang ditunggangi Jokowi melambangkan semangat bekerja bareng-bareng, dan memanen hasil kerja itu secara berasama-sama.

“Kesuburan, kemakmuran, nilai-nilai spiritual itu terlihat melalui kendaraan yang ditumpangi Jokowi. Saya berharap karya ini menjadi instalasi yang indah dan diharapkan dibawa ke istana, lalu ‘diparkir’ di halaman istana untuk menjadi simbol helaran karnaval budaya dari kota Bandung,” ucap Tisna.

Pada karnaval tersebut, sebanyak 2.500 peserta menggunakan akaian daerah yang berasal dari 34 provinsi dan komunitas. Dari pakaian adat yang mereka kenakan akan tampak keberagaman, kaya karna, kaya motif dan kaya inspirasi.

“Kita khan memang berasal dari berbagai macam etnis, budaya yang bisa tercermin dari pakaian. Keberagaman itulah yang dapat dipersatukan oleh Pancasila,” demikian Tisna Sanjaya. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Travel Terkini Lainnya
Pengunjung Taman Komodo Dibatasi, Kenapa?
Indonesia Ku - Sabtu, 20 Januari 2018 - 09:50 WIB

Pengunjung Taman Komodo Dibatasi, Kenapa?

Taman Nasional Komodo (TNK) merupakan salahsatu objek wisata anadalan Indonesia yang menarik kunjungan wisatawan mancanegara.Kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun ...
Lima tips atasi kantong  bolong saat musim liburan
Destinasi - Selasa, 26 Desember 2017 - 12:43 WIB

Lima tips atasi kantong bolong saat musim liburan

Musim liburan akhir tahun sudah di depan mata. Ada baiknya Anda melakukan segala persiapan agar liburan Anda berjalan dengan lancar. ...
Dongkrak sektor pariwisata, Pemkab Majalengka terus berbenah
Destinasi - Selasa, 19 Desember 2017 - 11:01 WIB

Dongkrak sektor pariwisata, Pemkab Majalengka terus berbenah

Dengan kondisi geografis yang sebagian besar pegunungan, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat diyakini mampu meningkatkan sektor kepariwisataan yang akan mendatangkan wisatawan ...
Peluang industri pariwisata di 2018 masih cukup bagus
Destinasi - Selasa, 12 Desember 2017 - 20:23 WIB

Peluang industri pariwisata di 2018 masih cukup bagus

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani mengatakan sejumlah tantangan dan peluang industri pariwisata menjelang tahun 2018 berkembang ...
Targetkan kunjungan wisman, Kemenpar luncurkan program ViWi 2018
Destinasi - Selasa, 12 Desember 2017 - 20:06 WIB

Targetkan kunjungan wisman, Kemenpar luncurkan program ViWi 2018

Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2018 sebanyak 17 juta. Untuk memenuhi target tersebut Kemenpar bersama ...
Apresiasi kepada media, Kemenpar berikan penghargaan APWI 2017
Indonesia Ku - Selasa, 12 Desember 2017 - 01:23 WIB

Apresiasi kepada media, Kemenpar berikan penghargaan APWI 2017

Kementerian Pariwisata memberikan penghargaan kepada insan media yang telah bekerja sama menyebarkan informasi pariwisata dalam acara Anugerah Pewarta Wisata Indonesia ...