Minggu, 26 Mei 2019 | 16.09 WIB
KiniNEWS>Travel>Destinasi>Target transaksi BNI di GAFT 2017 Rp280 miliar

Target transaksi BNI di GAFT 2017 Rp280 miliar

Reporter : Rahmat Kurniawan | Jumat, 22 September 2017 - 12:19 WIB

IMG-1264

Pengunjung GAFT 2017 fase II di JCC, Jakarta, Jumat (22/9) membludak. KiniNews/Rakisa

Jakarta, kini.co.id – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) menargetkan volume transaksi yang cukup besar pada acara Garuda Travel Fair (GATF) 2017. Pada GATF 2017 fase 2 ini BNI menargetkan nominal transaksi Rp 280 miliar.

Direktur Konsumer BNI, Anggoro Eko Cahyo mengatakan target volume transaksi baik kartu kredit maupun debit di GATF 2017 ini sejalan dengan target Garuda Indonesia.

“Target transaksi GATF 2017 fase 2 ini naik tipis dengan realisasi fase 1 pada Maret April 2017 sebesar Rp 250 miliar,” kata Anggoro ketika ditemui disela acara GATF 2017, Jumat (22/9).

Pada GATF 2017 fase 1 lalu, dari total transaksi tersebut BNI berhasil meraup jumlah transaksi Rp140 miliar.

Menurut Anggoro, dalam GATF 2017 ini BNI lebih menyasar pada program penggunaan dan royalti. Hal ini agar nasabah merasa benefit yang dirasakan sebagai pengguna kartu kredit dan debit BNI cukup banyak.

Secara umum Anggoro menargetkan untuk bisnis kartu kredit BNI secara keseluruhan sampai akhir 2017 bisa tumbuh 15% secara tahunan atau year on year (yoy). Saat ini jumlah kartu kredit BNI tercatat sebesar 1,7 juta kartu.

Dikatakannya partisipasi dan dukungan BNI dalam GATF ini dikemas dalam gerakan BNI digiTravel sejalan dengan semangat BNI DigiNation.

Sebelumnya BNI telah meluncurkan program “BNI Digination” yang menjadi sebuah gerakan di seluruh wilayah operasional BNI untuk membantu percepatan literasi transaksi keuangan secara digital bagi masyarakat Indonesia, terutama yang memiliki akses terbatas ke lembaga-lembaga keuangan.

Gerakan ini akan membuka kesadaran publik bahwa teknologi digital dapat diaplikasikan dengan sebaik mungkin dalam meningkatkan kesejahteraan bersama masyarakat Indonesia secara umum.

Beberapa produk digital yang dikembangkan oleh BNI antara lain UNIQKU, BNI Kredit Digital (Digital Loan), BNI Vision, BNI e-Collection, BNI Digital Services, hingga Dashboard Bansos. Beberapa diantaranya juga ditampilkan pada GATF kali ini, seperti UNIQKU. []

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Travel Terkini Lainnya
Destinasi - Selasa, 29 Januari 2019 - 18:31 WIB

Ekonomi Batam lesu, ritel beken menutup gerai

BATAM kini tidak lagi menjanjikan bagi sebagian ritel berjaringan tingkat nasional. Akibatnya, sejumlah ritel beken memilih menghentikan operasinya.Penutupan ritel nasional ...
Tak Berkategori - Senin, 21 Januari 2019 - 12:40 WIB

Pemerintah persilahkan KPPU selidiki dugaan kartel pada tiket pesawat

MAHALNYA harga tiket pesawat menjadi keluhan pengguna angkutan udara sejak pertengahan 2018, sehingga banyak kalangan menduga terjadi kartel dalam penjualan ...
Mancanegara - Selasa, 15 Januari 2019 - 23:10 WIB

Ada kota di Cina yang tak boleh sembarangan dikunjungi

KOTA Taian di Provinsi Shandong jadi tempat penting bagi masyarakat China. Di zaman dulu, tak sembarang orang bisa datang!Tai Mountain ...
Jelajah - Kamis, 10 Januari 2019 - 22:27 WIB

Garuda Indonesia tampilkan musik akustik di pesawat

MASKAPAI nasional Garuda Indonesia kembali menghadirkan terobosan baru dalam memberikan pengalaman penerbangan yang berbeda kepada pengguna jasa melalui hadirnya hiburan ...
Indonesia Ku - Kamis, 10 Januari 2019 - 22:17 WIB

Indonesia negara paling aman ke-9 di dunia

INDONESIA ditetapkan sebagai salah satu negara paling aman di dunia atau berada di urutan kesembilan menurut laporan Gallup’s Law and ...
Jelajah - Rabu, 2 Januari 2019 - 23:40 WIB

Satpol PP Batam harus bertanggungjawab atas praktik pungli di Jembatan Barelang

KOMUNITAS pecinta wisata Barelang mengeluh pungutan liar (Pungli) di Jembatan Balerang yang kian lama kian meresahkan pengunjung. Mereka meminta Satuan ...