Rabu, 24 Januari 2018 | 10.07 WIB
KiniNEWS>Travel>Destinasi>Industri pariwisata diharapkan ikut perkembangan era digital

Industri pariwisata diharapkan ikut perkembangan era digital

Reporter : Rahmat Kurniawan | Selasa, 14 November 2017 - 11:08 WIB

IMG-1281

Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya. KiniNews/Djanuar

Jakarta, kini.co.id – Menteri Pariwisat Arief Yahya meminta biro perjalanan manual untuk bisa melakukan transformasi digital menyusul perkembangan era digital.

Hal itu disampaikan Arief dalam acara “Go Digital Wonderful Indonesia” di Jakarta, Senin (13/11), bahwa salah satu tahap awal digitalisasi adalah dengan bergabung dalam Indonesia Travel Xchange (ITX).

“Untuk transformasi digital, kami harap travel agent manual bisa bergabung ke ITX,” kata Arief.

ITX merupakan “market place” bisnis pariwisata Indonesia. Dengan bergabung ITX, pelaku bisnis pariwisata akan mendapat akses penjualan gratis beserta sistem pemesanan dan pembayaran terpadu.

Arief juga mendorong agar pelaku bisnis pariwisata  dapat pengetahuan terkait pemasaran digital.

“Mereka juga harus menyiapkan unit khusus berisi anak-anak muda untuk ‘Go Digital’,” katanya.

Arief menuturkan, revolusi digital di sektor pariwisata mau tidak mau pasti akan terjadi seperti halnya yang terjadi di sektor pariwisata dan telekomunikasi.

Media digital pun, kata dia, menjadi media yang empat kali lebih efektif dibanding media konvensional.

Ia menyarankan, petahana (incumbent) bisnis pariwisata untuk segera melakukan transformasi digital agar tidak kalah bersaing. Ia juga meminta agar petahana bisa memberikan kesempatan bagi generasi muda untuk berkembang setelah menikmati kesuksesan di masa lalu.

“Saran saya, selama kita menjadi incumbent dan sudah merasakan kenikmatan bertahun-tahun, kecil kemungkinan kita mayu berubah. Maka, saya sarankan, anak bapak sajalah yang merubah perusahaan. Kalau anak bapak tidak mau, rekrut orang dari luar, yang ‘fresh’, anak-anak muda,” katanya.[]

Editor: Rakisa

KOMENTAR ANDA
Berita Travel Terkini Lainnya
Pengunjung Taman Komodo Dibatasi, Kenapa?
Indonesia Ku - Sabtu, 20 Januari 2018 - 09:50 WIB

Pengunjung Taman Komodo Dibatasi, Kenapa?

Taman Nasional Komodo (TNK) merupakan salahsatu objek wisata anadalan Indonesia yang menarik kunjungan wisatawan mancanegara.Kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun ...
Lima tips atasi kantong  bolong saat musim liburan
Destinasi - Selasa, 26 Desember 2017 - 12:43 WIB

Lima tips atasi kantong bolong saat musim liburan

Musim liburan akhir tahun sudah di depan mata. Ada baiknya Anda melakukan segala persiapan agar liburan Anda berjalan dengan lancar. ...
Dongkrak sektor pariwisata, Pemkab Majalengka terus berbenah
Destinasi - Selasa, 19 Desember 2017 - 11:01 WIB

Dongkrak sektor pariwisata, Pemkab Majalengka terus berbenah

Dengan kondisi geografis yang sebagian besar pegunungan, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat diyakini mampu meningkatkan sektor kepariwisataan yang akan mendatangkan wisatawan ...
Peluang industri pariwisata di 2018 masih cukup bagus
Destinasi - Selasa, 12 Desember 2017 - 20:23 WIB

Peluang industri pariwisata di 2018 masih cukup bagus

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi Sukamdani mengatakan sejumlah tantangan dan peluang industri pariwisata menjelang tahun 2018 berkembang ...
Targetkan kunjungan wisman, Kemenpar luncurkan program ViWi 2018
Destinasi - Selasa, 12 Desember 2017 - 20:06 WIB

Targetkan kunjungan wisman, Kemenpar luncurkan program ViWi 2018

Kementerian Pariwisata menargetkan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada tahun 2018 sebanyak 17 juta. Untuk memenuhi target tersebut Kemenpar bersama ...
Apresiasi kepada media, Kemenpar berikan penghargaan APWI 2017
Indonesia Ku - Selasa, 12 Desember 2017 - 01:23 WIB

Apresiasi kepada media, Kemenpar berikan penghargaan APWI 2017

Kementerian Pariwisata memberikan penghargaan kepada insan media yang telah bekerja sama menyebarkan informasi pariwisata dalam acara Anugerah Pewarta Wisata Indonesia ...