Selasa, 20 Februari 2018 | 22.11 WIB
KiniNEWS>Travel>Indonesia Ku>Pengunjung Taman Komodo Dibatasi, Kenapa?

Pengunjung Taman Komodo Dibatasi, Kenapa?

Reporter : Rahmat Kurniawan | Sabtu, 20 Januari 2018 - 09:50 WIB

IMG-1306

Pulau Komodo. (Ist)

Flores, kini.co.id – Taman Nasional Komodo (TNK) merupakan salahsatu objek wisata anadalan Indonesia yang menarik kunjungan wisatawan mancanegara.

Kunjungan wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri ke objek wisata itupun membludak seiring waktu.

Kunjungan wisata di tahun 2017 mencapai 119.599 orang atau naik 11,04 persen dari tahun 2016 sebanyak 107.711 orang.

Arus wisatawan yang membeludak itu dikhawatirkan berdampak pada kondisi lingkungan maupun keberlangsungan hidup satwa komodo yang merupakan salah satu dari tujuh keajaiban dunia (new seven wonderes) itu sendiri.

Karenanya, Otoritas Taman Nasional Komodo (TNK) berencana menerapkan pembatasan jumlah kunjungan wisatawan.

Pembatasan itu rencananya akan dimulai tahun ini dan akan diterapkan untuk tiap objek destinasi wisata di pulau baik di darat maupun lokasi selam.

Kepala TNK Sudiyono mengatakan pembatasan pengunjung itu untuk meminimalisir dampak dari ekowisata terhadap lingkungan di kawasan TNK.

Selain itu akan ada penaikan tarif masuk secara tidak langsung sesuai dengan pembagian rayon.

“Saat ini karcis masuk untuk pengunjung umum pada rayon III masih rendah dengan tarif Rp 150.000 per orang per hari untuk wisatawan mancanegara dan Rp 5.000 untuk wisatawan domestik,” kata dia.

Sementara tarif untuk rombongan pelajar atau mahasiswa masing-masing untuk mancanegara sebesar Rp 100.000 per orang per hari dan domestik Rp 3.000.

“Kenaikan tarif untuk wisatawan mananegara bisa mencapai 25 persen per rayon, sedangkan wisatawan domestik mencapai 50 persen dari tarif yang ada saat ini,” ungkapnya.

Ia mengatakan saat ini tarif masih terlalu murah untuk masuk TNK dengan sekali masuk bisa menjangkau seluruh objek. Sudiyono berharap, rencana kenaikan tarif tersebut membuat pendapatan negara bukan pajak (PNBP) tetap tinggi.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Travel Terkini Lainnya
Angkat kearifan lokal, ‘Horas Samosir Fiesta 2018′ siap digelar
Destinasi - Jumat, 16 Februari 2018 - 20:44 WIB

Angkat kearifan lokal, ‘Horas Samosir Fiesta 2018′ siap digelar

Calendar of Event Horas Samosir Fiesta 2018 resmi diluncurkan, di Balairung Soesilo Soedarman, Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis (15/2) malam. ...
BOP Borobudur didorong kembangkan pariwisata nomaden untuk pertemuan IMF
Destinasi - Sabtu, 10 Februari 2018 - 05:30 WIB

BOP Borobudur didorong kembangkan pariwisata nomaden untuk pertemuan IMF

Menteri Pariwisata Arief Yahya meminta Badan Otorita Pariwisata (BOP) Borobudur segera mengembangkan konsep pariwisata nomaden "nomadic tourism" sebagai percepatan dalam ...
Kempar pacu maskapai tingkatkan kunjungan wisman
Destinasi - Selasa, 6 Februari 2018 - 23:05 WIB

Kempar pacu maskapai tingkatkan kunjungan wisman

Kementrian Pariwisata (Kempar) memacu industri pariwisata salah satunya dengan menggenjot jumlah wisatawan yang datang ke Indonesia dengan pesawat. Menteri Pariwisata, ...
Jogja Air Show akan meriahkan langit Parangtritis dan Depok
Destinasi - Kamis, 25 Januari 2018 - 14:34 WIB

Jogja Air Show akan meriahkan langit Parangtritis dan Depok

Bagi anda yang mau liburan dan belum tau mau kemana pada Februari nanti, yuk berkunjung ke Jogja Air Show (JAS) ...
Lima tips atasi kantong  bolong saat musim liburan
Destinasi - Selasa, 26 Desember 2017 - 12:43 WIB

Lima tips atasi kantong bolong saat musim liburan

Musim liburan akhir tahun sudah di depan mata. Ada baiknya Anda melakukan segala persiapan agar liburan Anda berjalan dengan lancar. ...
Dongkrak sektor pariwisata, Pemkab Majalengka terus berbenah
Destinasi - Selasa, 19 Desember 2017 - 11:01 WIB

Dongkrak sektor pariwisata, Pemkab Majalengka terus berbenah

Dengan kondisi geografis yang sebagian besar pegunungan, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat diyakini mampu meningkatkan sektor kepariwisataan yang akan mendatangkan wisatawan ...