Selasa, 23 Juli 2019 | 22.33 WIB
KiniNEWS>Travel>Indonesia Ku>Deretan Laut Ternama yang Paling Angker di Indonesia

Deretan Laut Ternama yang Paling Angker di Indonesia

Reporter : Restu Fadillah | Rabu, 24 Oktober 2018 - 16:26 WIB

IMG-1329

Ilustrasi

Jakarta, kini.co.id – Kalau membahas tentang laut paling mengerikan di dunia, pasti yang ada di pikiranmu saat ini adalah kawasan Segitiga bermuda. Pasalnya adabanyak kapal laut dan pesawat terbang yang hilang secara misterius jika nekat melintasi kawasan tersebut. Namun hingga kini misteri tempat yang membuat banyak kapal dan pesawat jatuh tenggelam lalu hilang begitu saja itu belum terkuak.

Sebetulnya di Indonesia sendiri, ada bayak lho laut yang konon menyimpan cerita-cerita angker dan berbahaya. Berikut ini 5 laut di Indonesia yang dikenal paling angker:

1. Segitiga Masalembo

Bisa dibilang segitiga masalembo dalah seitiga bermuda versi Indonesia. Pasalnya di tempat ini banyak sekali kecelakan pesawat maupun kapal laut. Beberapa kapal laut yang pernah tenggelam di kawasan ini adalah Kapal Senopati Nusantara, lalu KM Sumber Awal, dan KM Tratai Prima. Sedangkan pesawat ada Adam Air yang jatuh pada tahun 2007 silam.

Penduduk sekitar mengataan bahwa di tengah lautan itu ada sebuah Kerajaan Jin dan juga Siluman yang mengerikan. Mereka suka sekali menenggelamkan apa saja yang melewati di dalamnya. Oleh karena itu masyarakat setempat meyakini untuk bisa selamat ketika melintasi kawasan tersebut, dibutuhkan semacam sesajen atau tumbal untuk mereka yang tidak terlihat itu. Pasalnya kawasan segitisa Masalembo memiliki arus yang sangat aneh, bahkan di saat-saat tertentu bisa muncul badai yang membuat kapal dan pesawat terjun bebas kelautan.

2. Laut China Selatan

Diperingkat kedua ada Laut China Selatan. Indonesia masih memiliki beberapa wilayah yang masuk ke dalam China Selatan. wilayah itu adalah kepulauan Natuna yANg beberapa saat lalu nyaris diklaim oleh Thiongkok. Kawasan laut china selatan memang dikenal sangat menyeramkan bahkan dalam beberapa tahun suda ada ratusan kecelakan kapal yang ada di sana.

Menurut sebuah cerita kawasan ini sangat angker dan berbahaya. Bahkan keangkerannya kabarnya melebihi segitiga bermuda. Kawasan laut china selatan memiliki iklim yang tidak stabil bahkan setiap saat bisa terjadi badai yang mengakibatkan kapal dan pesawat yang runtuh ke lautan.

3. Selat Karimata

Pada akhir 2014 lalu Air Asia QZ8501 mengalami kecelakan yang menyebabkan korban jiwa setidaknya 162 penumpang dan crew pesawat meninggal dunia. Kejadian ini diperkirakan terjadi di Selat karimata yaitu antara selat Sumatera dan juga Kalimantan.

Menurut penuturan orang setempat Selat Karimata dikenal sangat angker. Mereka meyakini ada kerajaan jin yang konon berdiri di tengah selat, akibatnya pesawat atau kapal yang melintas di sana akan jatuh atau kehilangan kendali.

Cerita lain mengatakan bahwa di sana ada seorang penguasa hidup bernama Ratu Junjung Buih. Ia memimpin kerajaan laut yang sangat besar di Selat Karimata dan di saat-saat tertentu kerajaan ini menginginkan tumbal manusia hingga akhirnya seringkali terjadi kecelakaan.

4. Selat Bali

Selat Bali lagi-lagi memakan korban jiwa setelah ada kapal Rafelia II tenggelam. Tidak diketahui apa penyebab tenggelamnya kapal tersebut tapi ada dugaan kapal tesebut mengalami kebocoran hingga mengakibatkan banyak air masuk. Setidaknya 27 truk dan raus penumpang langsung tenggelam hingga susah menyelamtkan diri.

Disadari atau tidak sudah sejak dahulu kala selat Bali menyimpan banyak misteri. Dikabarkan jika tempat ini banyak makhluk ghaib yang dengan senang hati akan menenggelamkan manusia untuk mencari teman sebanyak-banyaknya hingga terus berulah dan mengakibatkan banyak korban jiwa.

5. Laut Selatan Samudera Indonesia

Laut selatan sudah sejak lama dikenal sebagai laut yang angker dan berbahaya. Disana tinggal seseorang yang disebut Nyi Roro Kidul. Ia adalah ratu penguasa laut selatan yang kekuatannya tidak ada bandingannya. Di masa lalu penguasa laut selatan ini seringkali menjalin kerjasama dengan raja-raja jawa.

Ada larangan bagi wanita maupun pria ketika ada di dekat pantai selatan mereka dilarang menggunakan pakaian serba hijau karena akan menarik perhatian makhluk yang ada di lautan. Bahkan jika sedang apes mereka akan membuat orang tersebut kalap di tengah lautan dan pulang dengan keadan tidak bernyawa.

Banyak juga cerita yang beredar bahwa orang yang tenggelam di laut selatan tiba-tiba sampai di rumah tetapi dengan jiwa yang kosong.

Editor: Fatimah

KOMENTAR ANDA
Berita Travel Terkini Lainnya
Destinasi - Selasa, 29 Januari 2019 - 18:31 WIB

Ekonomi Batam lesu, ritel beken menutup gerai

BATAM kini tidak lagi menjanjikan bagi sebagian ritel berjaringan tingkat nasional. Akibatnya, sejumlah ritel beken memilih menghentikan operasinya.Penutupan ritel nasional ...
Tak Berkategori - Senin, 21 Januari 2019 - 12:40 WIB

Pemerintah persilahkan KPPU selidiki dugaan kartel pada tiket pesawat

MAHALNYA harga tiket pesawat menjadi keluhan pengguna angkutan udara sejak pertengahan 2018, sehingga banyak kalangan menduga terjadi kartel dalam penjualan ...
Mancanegara - Selasa, 15 Januari 2019 - 23:10 WIB

Ada kota di Cina yang tak boleh sembarangan dikunjungi

KOTA Taian di Provinsi Shandong jadi tempat penting bagi masyarakat China. Di zaman dulu, tak sembarang orang bisa datang!Tai Mountain ...
Jelajah - Kamis, 10 Januari 2019 - 22:27 WIB

Garuda Indonesia tampilkan musik akustik di pesawat

MASKAPAI nasional Garuda Indonesia kembali menghadirkan terobosan baru dalam memberikan pengalaman penerbangan yang berbeda kepada pengguna jasa melalui hadirnya hiburan ...
Indonesia Ku - Kamis, 10 Januari 2019 - 22:17 WIB

Indonesia negara paling aman ke-9 di dunia

INDONESIA ditetapkan sebagai salah satu negara paling aman di dunia atau berada di urutan kesembilan menurut laporan Gallup’s Law and ...
Jelajah - Rabu, 2 Januari 2019 - 23:40 WIB

Satpol PP Batam harus bertanggungjawab atas praktik pungli di Jembatan Barelang

KOMUNITAS pecinta wisata Barelang mengeluh pungutan liar (Pungli) di Jembatan Balerang yang kian lama kian meresahkan pengunjung. Mereka meminta Satuan ...