Minggu, 16 Desember 2018 | 04.26 WIB
KiniNEWS>Travel>Indonesia Ku>Rakor Geopark Indonesia digelar di dalam goa

Rakor Geopark Indonesia digelar di dalam goa

Sabtu, 17 November 2018 - 20:37 WIB

IMG-1351

Rapat Koordinasi Geopark Indonesia Di Dalam Gua Rancang KencanaBleberan, Kecamatan Playen, Gunungkidul, Yogyakarta.

JOGJAKARTA, kini.co.id – RAPAT Koordinasi pengelola Geopark di Indonesia, diselenggarakan di dalam Goa Rancang Kencana, di Bleberan, Kecamatan Playen, Gunungkidul, Yogyakarta. Dalam pertemuan ini diharapkan bisa mensinergikan seluruh pengelolan geopark di Indonesia.

Deputi Koordinasi Sumberdaya Manusia, Iptek dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Safri Burhanuddin mengatakan, pertemuan di Gua yang sudah dihuni tiga generasi ini karena ingin menunjukkan secara langsung pengelolaan Gunung Sewu Unesco Global Geopark. “Selama ini rapat di kantor, kita ubah mending langsung kelapangan untuk melihat keberhasilan pengelolaan geopark,” katanya ditemui disela Rakor Geopark Indonesia di Goa Rancang Kencono, Bleberan, Playen, Jumat (18/11/2018)

“Karena diantara global geopark yang ada yang paling maju Gunungsewu, maka Gunungsewu yang kami lihat sebagai barometer,” ujarnya. Menurut dia rakor ini diharapkan bisa menjadi bagian pengembangan geopark secara menyeluruh di Indonesia.

Saat ini sudah ada 4 Geopark di Indonesia yang diakui Unesco adapun diantaranya Geopark Batur di Bali, Gunung Sewu di tiga Propinsi yakni DIY, Jateng, dan Jatim. Geopark Rinjani, NTB, dan Geopark Ciletuh, Jawa Barat.

Untuk Geopark tingkat Nasional ada 7 yakni Geopark Marangin, Jambi; Geopark Raja Ampat, Papua; Tambora, NTB; Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan; Danau Toba, Belitung, dan Bojonegoro Selama ini tantangan yang dialami dalam pengembangan Geopark di Indonesia.

Tantangan tersebut dinilainya lebih kepada sinergitas antara pemanfaatan alam dan mengajak masyarakat untuk membantu menjaga keseimbangan alam kawasan Geopark. “Paling banyak tantangannya ya dari kita sendiri, artinya kadang kita menerima tapi kita belum mau bersinergi dan berjalan sendiri (dalam pengelolaannya).

Contoh, seperti membangun Taman Nasional dan Cagar Alam hanya tonjolkan konservasi dan tidak kepada kehidupan manusia di sekitarnya,” katanya.

“Begitu juga membangun daerah pertokoan, hanya tonjolkan sisi manusianya dan kawasan alamnya tidak dipedulikan. Jadi harus ada keseimbangan untuk menjaganya (Geopark), karena kita harus memuliakan bumi dan mensejahterakan masyarakat,” ujarnya Klaim Pengentasan Kemiskinan Safri mengatakan, jika dilihat dari pengembangan pariwisata di Geopark Gunung Sewu, perkembangannya cukup signifikan. Sedikit banyak membantu mengurangi angka kemiskinan. “Kemiskinan di sini (Gunungkidul) angkanya menurun cukup signifikan,” ucapnya.

Jika merujuk data Pemerintah Kabupaten Gunungkidul pada 2016 diketahui angka kemiskinan 19,34 persen, kini 2018 menjadi 18,65 persen. Pemerintah menargetkan sampai 2021 nanti di kisaran angka 15 persen. Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul Asty Wijayanti mengatakan, belum ada penghitungan secara detail mengenai dampak penetapan status Gunung Sewu Unesco Global Geopark tahun 2015 lalu.

Namun diakuinya sejak beberapa tahun terakhir ada peningkatan kunjungan secara signifikan. “Jika dihitung pasti belum ada, tetapi kita lihat sudah banyak kunjungan wisatawan asing ke sini. Ini kemungkinan dampak dari status itu (Gunung Sewu Unesco Global Geopark),” katanya.

Perlu diketahui, Goa Rancang Kencono di Padukuhan Menggoran, Desa Bleberan, Kecamatan Playen, Gunungkidul, Yogyakarta, merupakan salah satu gua yang dihuni manusia pra sejarah, hingga modern. Diperkirakan gua yang terletak di kawasan Air Terjun Sri Getuk sudah dihuni sejak 3000 tahun lalu.

Dari buku Ragam Warisan Budaya dan Cagar budaya Gunungkidul, ditulis oleh Kepala Seksi Kepurbakalaan dan Permuseuman, Bidang Pelestarian Warisan dan Nilai Budaya, Dinas Kebudayan Gunungkidul, Winarsih menyebutkan Arkeologi UGM Yogyakarta pada tahun 2001 sudah pernah melakukan penelitian tentang Goa Rancang Kencono.

Penelitian tersebut menyebutkan Goa Roncong Kencono sudah pernah dihuni manusia sejak 3000 tahun yang lalu dengan bukti temuan tulang manusia. “Goa Rancang Kencana ini dimanfaatkan juga masa kemudian, yaitu pada awal adab 18 yaitu sekitar tahun 1739 digunakan oleh laskar Mataram karena Madiun telah terjadi pengusiran oleh penjajah Belanda,” kata Winarsih.

Untuk menikmati keindahan goa dan Air Terjun Sri Getuk, pengunjung cukup membayar Rp 15.000, sudah bebas parkir dan toilet. Sebagian hasil retribusi digunakan untuk membayar retribusi pemkab, dan pengembangan kawasan wisata Sri Getuk.

Editor: Emerson

KOMENTAR ANDA
Berita Travel Terkini Lainnya
Indonesia Ku - Selasa, 4 Desember 2018 - 16:21 WIB

Terungkap, Ini Fungsi Sebenarnya Bola Batu yang Ada di Pinggir Jalan Kota Bandung

Jika jalan-jalan ke Kota Bandung terutama di Jalan Asia Afrika, Anda akan menemui bola-bola batu besar di pinggir jalan.Selain menambah ...
Indonesia Ku - Kamis, 15 November 2018 - 15:18 WIB

Bandara Soekarno-Hatta masuk daftar megahub terbaik di dunia

OAG merilis laporan soal OAG Megahubs International Index 2018. Dalam laporannya itu, 50 megahubs internasional di seluruh dunia diurutkan dari ...
Jelajah - Rabu, 14 November 2018 - 16:02 WIB

Siapkan akomodasi sebelum menjalani ‘long weekend’ dan ‘Harpitnas’

APAKAH anda telah memiliki rencana untuk pelesiran ke berbagai daerah di Indonesia, atau bahkan ke luar negeri pada tahun depan? ...
Mancanegara - Sabtu, 3 November 2018 - 10:16 WIB

90 Ribu Orang Jepang Bersemangat Pindah ke Korut, Ternyata Kini Mereka Merasa di Neraka

Kehidupan di negara lain mungkin hampir selalu terlihat manis di mata kita. Bagaimana warga negara lain bisa hidup dengan rumah ...
Mancanegara - Kamis, 25 Oktober 2018 - 09:27 WIB

Berbagi Istri Hingga Mandi Darah, Ini Tradisi-tradisi Aneh di Dunia

Setiap keyakinan dan budaya memiliki tradisi aneh atau ritual. Namun tampaknya keyakinan tersebut hanya bisa diterima oleh mereka yang benar-benar ...
Indonesia Ku - Rabu, 24 Oktober 2018 - 16:26 WIB

Deretan Laut Ternama yang Paling Angker di Indonesia

Kalau membahas tentang laut paling mengerikan di dunia, pasti yang ada di pikiranmu saat ini adalah kawasan Segitiga bermuda. Pasalnya ...